Skip to main content
 

Kabupaten mamasa

  • 17 kecamatan

    1. Aralle

    2. Balla

    3. Bambang

    4. Mambi

    5. Mamasa

    6. Pana

    7. Rantebulahan Timur

    8. Sesena Padang

    9. Sumarorong

    10. Tabang

    11. Tabulahan

    12. Tanduk Kalua

    13. Tawalian

    14. Messawa

    15. Buntumalangka

    16. Nosu

    17. Tanduk Kalua

  • Jumlah Desa/Kelurahan: ± 181 desa dan 13 kelurahan (data BPS 2023, bisa berubah bila ada pemekaran).


Sejarah Singkat

  • Mamasa berasal dari rumpun Toraja-Mamasa, sebuah etnis pegunungan di bagian barat Sulawesi.

  • Dahulu masuk wilayah Sulawesi Selatan, lalu sejak 2002 menjadi kabupaten definitif.

  • Tahun 2004, Mamasa resmi bergabung dalam provinsi baru, Sulawesi Barat.

  • Secara budaya dan sejarah, Mamasa sering dianggap sebagai “Toraja Barat” karena kemiripan tradisi dan rumah adatnya.


Suku & Budaya

  • Suku mayoritas: Mamasa (bagian dari rumpun Toraja).

  • Suku lain: Bugis, Mandar, dan Jawa (transmigrasi).

  • Budaya khas:

    • Rumah Adat Banua Layuk → rumah panggung besar seperti Tongkonan di Toraja.

    • Upacara adat Rambu Solo’ dan Rambu Tuka’ (upacara kematian & syukuran).

    • Anyaman bambu, ukiran kayu, serta pakaian adat khas Mamasa.

  • Agama dominan: Kristen Protestan, disusul Katolik dan Islam.

Pariwisata

Mamasa terkenal sebagai daerah pegunungan berhawa sejuk dengan budaya unik:

  • Rumah Adat Banua Layuk (ikon budaya Mamasa).

  • Air Terjun Malabo & Indo Rannuang 🌊.

  • Wisata Alam Puncak Sempana & Buntu Liarra (panorama pegunungan dan sunrise).

  • Patung Yesus Buntu Burake versi Mamasa ⛪ → salah satu patung tertinggi di Sulawesi.

  • Kuburan Batu dan Gua ala Toraja-Mamasa.

  • Potensi agrowisata kopi dan sayur mayur.


Potensi Pertanian & Perkebunan

  • Kopi Arabika Mamasa ☕ → salah satu kopi terbaik Sulawesi, sudah diekspor.

  • Padi ladang & sawah 🌾.

  • Jagung, ubi, dan sayuran dataran tinggi (kol, wortel, kentang, cabai).

  • Kakao & cengkeh 🌴.

  • Perkebunan rakyat: kelapa, kemiri, dan pisang.

  • Peternakan: sapi, babi, kambing, ayam kampung.

  • Potensi hutan: rotan, damar, dan madu hutan.


Potensi Ekonomi

  • Basis ekonomi Mamasa adalah pertanian & perkebunan (70% penduduk bekerja di sektor ini).

  • Kopi Mamasa berpotensi jadi brand unggulan ekspor Sulbar selain kakao.

  • Sektor pariwisata budaya & alam masih berkembang, namun potensinya besar sebagai alternatif destinasi wisata pegunungan selain Toraja.

  • UMKM: tenun, ukiran kayu, dan produk kopi.


👉 Jadi, Kabupaten Mamasa adalah daerah pegunungan dengan kekayaan budaya Toraja-Mamasa, terkenal dengan kopi Arabika, rumah adat Banua Layuk, serta panorama alam yang sejuk dan eksotis. Ekonominya berbasis pertanian, khususnya kopi, kakao, dan sayur dataran tinggi.


realisasi

Urea

90%

NPK Phonska

70%

NPK Kakao

90%

Organik

85%

cv. haq tani

Jl. Pemuda No. 87 Kel. Pekkabata Kec. Polewali Kab. Polewali Mandar Prov. Sulawesi Barat

New text element

New headline


Headline

Nama
Baktiar
NIK

email

Nomor0853-9744-8171


Headline

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Natus, dolores, at, nisi eligendi repellat voluptatem minima officia veritatis quasi animi porro laudantium dicta dolor voluptate non maiores ipsum reprehenderit odio fugiat reiciendis consectetur fuga pariatur libero accusantium quod minus odit debitis cumque quo adipisci vel vitae aliquid corrupti perferendis voluptates.


Headline

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Natus, dolores, at, nisi eligendi repellat voluptatem minima officia veritatis quasi animi porro laudantium dicta dolor voluptate non maiores ipsum reprehenderit odio fugiat reiciendis consectetur fuga pariatur libero accusantium quod minus odit debitis cumque quo adipisci vel vitae aliquid corrupti perferendis voluptates.